Da Nang, Vietnam
Da Nang, a vibrant coastal city in Central Vietnam, captivates visitors with its stunning blend of natural beauty and modern dynamism. Famed for its pristine beaches like My Khe and Non Nuoc, the city offers golden sands and clear waters perfect for relaxation and water sports. Beyond the coast, the majestic Marble Mountains beckon with their ancient caves and pagodas, offering panoramic views. Da Nang's iconic bridges, especially the fire-breathing Dragon Bridge, light up the night sky, symbolizing its innovative spirit. A culinary paradise, it boasts fresh seafood and delectable local specialties. With its friendly atmosphere, growing infrastructure, and proximity to UNESCO World Heritage sites like Hoi An and My Son, Da Nang effortlessly blends tradition with progress, making it a compelling destination.
Pakaian tertutup di pagoda, dan alas kaki dilepas
Etiket
Di pagoda seperti Linh Ung, berpakaian tertutup sampai bahu dan lutut. Kaus tanpa lengan dan celana pendek akan ditegur. Bawa kain panjang di tas kalau harinya diisi pantai lalu pagoda. Lepas alas kaki sebelum masuk ruang utama dan jangan mengarahkan telapak kaki ke arah patung Buddha saat duduk. Jangan menyentuh kepala orang, termasuk anak kecil. Bicara pelan di dalam kuil, dan minta izin sebelum memotret orang yang sedang berdoa.
Dong, tarik tunai di bank besar
Uang
Mata uangnya dong Vietnam dan pecahannya berangka besar. Hati-hati membedakan 20.000 dan 500.000, warnanya mirip dan sering tertukar saat membayar buru-buru. Kartu diterima di hotel dan restoran besar, tapi pasar dan warung hanya menerima tunai. Tarik uang di ATM bank besar seperti Vietcombank atau BIDV, biaya administrasinya lebih masuk akal daripada ATM di lobi hotel. Tukar uang di toko emas di sekitar Pasar Han biasanya memberi kurs lebih baik daripada bandara.
Grab murah, dan jangan naik motor tanpa SIM internasional
Transportasi
Grab mobil dan Grab motor jalan lancar di Da Nang dan jauh lebih murah daripada taksi bandara. Jarak bandara ke pantai My Khe cuma sekitar 15 menit. Sewa motor gampang, tapi polisi rutin memeriksa di jalan pesisir dan SIM Indonesia saja tidak cukup, harus SIM internasional. Untuk ke Hoi An, taksi sekitar satu jam atau naik bus kuning nomor 1 dari pusat kota yang jauh lebih murah.
Halal di Da Nang, dan jebakan di kuah
Kuliner
Da Nang punya beberapa restoran halal di sekitar kawasan pantai My Khe yang melayani wisatawan Malaysia dan Indonesia, tapi jumlahnya tidak banyak. Di warung biasa, masalahnya ada di kuah: kaldu babi dipakai luas di mi Quang, bun, dan bubur, meski isinya terlihat ayam atau udang. Banh mi hampir selalu berisi pate dan sosis babi. Kalau ragu, pesan seafood yang dibakar utuh dan nasi putih. Kata kuncinya khong thit heo, artinya tanpa daging babi.
Bebas visa untuk paspor Indonesia
Visa & Dokumen
Warga negara Indonesia bisa masuk Vietnam tanpa visa untuk kunjungan singkat berdasarkan kesepakatan ASEAN. Paspor harus berlaku minimal enam bulan dari tanggal masuk. Petugas imigrasi kadang meminta bukti tiket pulang dan alamat menginap, jadi simpan keduanya di ponsel dan cetak satu lembar sebagai cadangan. Kalau berencana tinggal lebih lama daripada masa bebas visa, urus e-visa dari Indonesia sebelum berangkat. Cek aturan terbaru sebelum jalan.
No tours here yet. Check back soon.
Local insight
Jembatan naga 666 meter yang menyemburkan api tiap akhir pekan
Lima bukit marmer dengan gua dan pagoda di dalamnya
$
Koleksi pahatan batu Kerajaan Champa terlengkap di dunia, di gedung Prancis tahun 1915.
$
Pasar dua lantai di tepi Sungai Han, tempat belanja kain, kopi, dan oleh-oleh kering.
$
Patung Dewi Welas Asih setinggi 67 meter di lereng Semenanjung Son Tra, menghadap laut.
$$$
Jembatan pejalan kaki di ketinggian 1.400 meter yang ditopang sepasang tangan batu raksasa.
$
Pantai kota sepanjang beberapa kilometer, sepuluh menit dari pusat Da Nang.