Observatorium tertua di Indonesia, di perbukitan Lembang
Insider tip
Sesi malam adalah yang paling diburu karena bisa meneropong langsung, tapi jadwalnya sedikit dan cepat penuh. Kalau tidak dapat, sesi siang tetap membawa masuk ke kubah teleskop Zeiss.
Observatorium ini diresmikan 1 Januari 1923, dibiayai pengusaha teh Karel Albert Rudolf Bosscha, di ketinggian sekitar 1.310 meter di Lembang. Teleskop utamanya refraktor ganda Zeiss berdiameter 60 cm yang beroperasi sejak 1928 dan masih dipakai. Statusnya cagar budaya nasional sejak 2017 dan dikelola ITB.
Bosscha pernah jadi salah satu observatorium terpenting di belahan bumi selatan. Sekarang langit Lembang makin terang karena pembangunan, jadi sebagian riset dipindah ke observatorium baru di Kupang.
Tidak bisa datang begitu saja. Kunjungan hanya lewat pendaftaran di situs bosscha.itb.ac.id, kuotanya terbatas, dan kalender kunjungannya dirilis di awal tahun. Biayanya sekitar Rp50.000 per orang saat ini ditulis.