Reruntuhan keraton abad ke-8 di bukit, tempat melihat matahari terbenam
Insider tip
Berhenti di gapura utama untuk foto, tapi jalan terus ke pendopo dan keputren di belakang. Rombongan biasanya berhenti di gapura, jadi bagian belakang sepi bahkan saat sore ramai.
Kompleks di atas bukit, tingginya sekitar 196 meter, tiga kilometer di selatan Prambanan. Dibangun pada masa Rakai Panangkaran di abad ke-8 dan diduga berawal sebagai wihara Buddha bernama Abhayagiri sebelum menjadi keraton. Yang tersisa: gapura bertingkat, paseban, candi pembakaran, kolam pemandian, dan gua-gua meditasi. Dari halamannya, Merapi dan Prambanan terlihat di utara.
Ini bukan candi tapi bekas permukiman, satu-satunya sisa keraton Mataram Kuno yang bisa dilihat. Sistem air dan tembok pertahanannya menunjukkan tempat ini dirancang untuk ditinggali, bukan disembah.
Buka pagi sampai sore. Ada tiket terusan Prambanan-Ratu Boko lengkap dengan angkutan antar-jemput dari Prambanan; lebih hemat daripada beli terpisah. Jam terbaik sekitar pukul 16.30 untuk matahari terbenam.