Masjid 1802 buatan saudagar Yaman di Kampung Melayu
Insider tip
Perhatikan tinggi lantai terhadap jalan. Bangunan ini dulu dua lantai; yang sekarang terlihat adalah lantai atasnya, bukti langsung penurunan tanah di pesisir Semarang.
Masjid ini dibangun sekitar tahun 1802 oleh saudagar asal Hadramaut, Yaman, yang bermukim di Kampung Melayu, kawasan yang dulu disebut Arabische Kamp. Atapnya tajuk bertingkat tiga bergaya Jawa, sementara menaranya dulu dipakai mengawasi kapal yang lewat di Kali Semarang. Statusnya cagar budaya. Karena tanah Semarang terus turun, lantai bawah bangunan aslinya kini terkubur.
Masjid ini tidak dipakai salat Jumat, hanya salat harian, mengikuti kebiasaan sejak awal berdirinya. Tiap Ramadan pengurus menyajikan kopi Arab berempah untuk buka puasa, tradisi yang diwariskan sejak zaman pendirinya.
Masjid kecil dan aktif; datang di luar waktu salat, minta izin ke pengurus kalau mau masuk atau memotret. Berpakaian tertutup. Sekitar 10 menit berkendara dari Kota Lama.