Fosil, mineral, dan replika T-rex di gedung art deco 1929
Insider tip
Ruang sejarah kehidupan di lantai satu paling ramai. Kalau mau tenang, naik dulu ke lantai dua (geologi untuk kehidupan manusia) lalu turun setelah rombongan sekolah bergeser.
Museum ini dibuka 16 Mei 1929 di gedung art deco rancangan Menalda van Schouwenburg, satu ruas jalan dari Gedung Sate. Koleksinya berupa fosil, batuan, dan mineral dari seluruh Indonesia. Yang paling dicari pengunjung adalah replika Tyrannosaurus rex sepanjang 19 meter dan fosil manusia purba dari Sangiran.
Gedung ini dibangun pemerintah kolonial sebagai laboratorium geologi, bukan museum. Fungsi museumnya menyusul, dan direnovasi besar dengan bantuan Jepang lalu dibuka kembali tahun 2000.
Tiketnya murah, sekitar Rp5.000 untuk umum. Tutup hari Jumat dan libur nasional; Senin sampai Kamis buka 09.00 sampai 15.00, akhir pekan sampai 14.00. Gabungkan dengan Gedung Sate yang letaknya di seberang jalan.