Air terjun di tebing kapur tepi Sungai Oyo, didatangi dengan rakit dari Desa Bleberan.
Insider tip
Datang di musim kemarau kalau ingin air sungai hijau jernih. Di musim hujan air terjunnya lebih deras, tapi sungainya coklat. Kalau tidak mau naik rakit, ada jalan setapak menyusuri tebing.
Sri Gethuk tingginya sekitar 25 meter dengan 3 sampai 5 aliran, tergantung musim. Airnya berasal dari tiga mata air, Ngandong, Dong Poh, dan Ngumbul, lalu jatuh merayapi batu kapur dan langsung masuk ke Sungai Oyo tanpa membentuk kolam. Pengunjung menyusuri sungai dengan rakit di antara tebing kapur, sekitar 15 menit sekali jalan. Airnya tidak pernah kering.
Wisata ini dikelola Desa Bleberan. Cerita desa menyebut air terjun ini pusat kerajaan jin yang dipimpin Anggo Meduro, yang suka gamelan. Warga bilang kadang terdengar suara gamelan tanpa ada yang memainkannya. Nama lainnya Air Terjun Slempret.
Dari kota Yogyakarta kira-kira satu jam. Dari Wonosari sekitar 30 menit ke arah Playen. Tiket masuk biasanya sudah termasuk Gua Rancang Kencono di dekatnya. Rakit dibayar terpisah, dan pelampung harus dipakai kalau mau berenang. Saat hujan deras, Sungai Oyo keruh dan rakit bisa dihentikan.