Kampung air di Sungai Brunei dengan rumah panggung, sekolah, dan masjid sendiri, cikal bakal ibu kota.
Insider tip
Rumah-rumah di sini masih dihuni. Minta izin sebelum memotret orang, dan jangan naik ke teras rumah tanpa diundang.
Kids: plan ahead
Ke sana naik perahu kecil, dan jalannya titian kayu di atas sungai. Gandeng anak terus dan bawa pelampung kalau punya.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Permukiman rumah panggung di atas Sungai Brunei, di seberang pusat kota, lengkap dengan sekolah dan masjidnya sendiri. Luasnya sekitar 10 km persegi dan penduduknya 10.250 jiwa pada 2016. Kampung air inilah cikal bakal ibu kota Brunei, dan sejak lama dijuluki Venesia dari Timur.
Nama Kampong Ayer memakai ejaan lama yang sebenarnya bukan ejaan Brunei; warga menyebutnya Kampung Aing. Nama kampung-kampung di dalamnya berasal dari gelar pembesar negara atau keahlian warganya, misalnya Kampong Pandai Besi untuk para pandai besi.
Ke sana naik perahu tambang dari dermaga di tepi pusat kota. Sepakati harga sebelum naik. Jalan di atas titian kayu bersama warga, dan mampir ke galeri budaya dan pariwisata Kampong Ayer untuk sejarahnya.