ReligiousMasjid negara berkubah emas di laguna buatan, ikon Bandar Seri Begawan sejak 1958.
Insider tip
Foto terbaik dari luar saat senja, ketika kubah dan perahu batunya terpantul di laguna. Di dalam ruang salat jangan memotret.
Kids: plan ahead
Masjid negara yang sangat dijaga: anak perlu tenang, pakaian tertutup, dan tidak memotret di ruang salat. Halaman luarnya luas untuk berjalan.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Satu dari dua masjid negara Brunei, selesai pada 1958 dengan biaya sekitar US$5 juta dan dibangun oleh Sultan Omar Ali Saifuddien III. Kubah emasnya terlihat dari hampir seluruh pusat kota. Masjid ini berdiri di laguna buatan dengan perahu upacara dari batu. Interiornya memakai marmer Italia dan permadani dari Arab Saudi.
Sultan meminta masjid ini dibangun di dekat Sungai Brunei demi warga Kampong Ayer, bukan di lapangan besar kota yang semula diusulkan. Pembangunannya dimulai 4 Februari 1954 dan dikaitkan dengan Rencana Pembangunan Nasional pertama Brunei.
Non-Muslim bisa masuk di luar waktu salat. Beberapa panduan wisata menyebut bagian dalam tutup untuk non-Muslim pada hari Kamis, dan jam kunjungnya berbeda antarsumber, jadi tanyakan di pintu. Jubah biasanya disediakan bagi yang pakaiannya belum tertutup.