Pasar tradisional tertua di Brunei di tepi Sungai Kianggeh: sayur, buah lokal, ikan, dan makanan Brunei.
Insider tip
Bawa uang tunai pecahan kecil. Lapak kecil jarang menerima kartu, dan tawar-menawar di sini dilakukan dengan sopan, tidak keras.
Kid-friendly
Pasar dekat pusat kota. Lantai bisa basah di bagian ikan; datang pagi sebelum panas.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Pasar tradisional di tepi Sungai Kianggeh yang dipercaya sebagai pasar tertua di Brunei, sudah ada sejak 1960-an. Kompleks barunya dibangun pada 2016, seluas 4.450 meter persegi, dengan delapan bangunan dan 313 lapak. Yang dijual sayur, buah, ikan, daging, dan makanan lokal.
Kianggeh dulu salah satu lokasi pemindahan warga Kampong Ayer ke darat. Pemerintah memberi tanah hak milik supaya warga mau pindah. Ratu Elizabeth II mengunjungi pasar ini saat kunjungan kenegaraan pada 1998.
Datang pagi, saat hasil kebun baru diturunkan dan udara belum panas. Letaknya dekat pusat kota, bisa jalan kaki dari Masjid Omar Ali Saifuddien.