Terminal bandara beratap hijau tanpa banyak dinding, pemenang Aga Khan Award for Architecture 2022.
Insider tip
Datang lebih awal sebelum terbang dan jalan ke sisi luar terminal. Struktur kayu dan atap rumputnya paling jelas terlihat dari halaman parkir.
Bandara ini dibuka pada 29 Desember 2010 di Blimbingsari, sekitar 12 km dari pusat kota. Terminal barunya dibangun antara 2015 dan 2017 dengan desain hemat energi, banyak ruang terbuka, dan atap yang ditanami rumput. Desain itu membuatnya disebut bandara hijau pertama di Indonesia. Pada 2022 bandara ini menjadi salah satu dari enam pemenang Aga Khan Award for Architecture.
Bentuk atapnya terinspirasi rumah adat Osing, suku asli Banyuwangi. Karena terminal dibuat terbuka, ruang tunggunya sejuk tanpa mengandalkan AC di semua bagian.
Sebagian besar pengunjung melihatnya saat datang atau pulang. Penerbangan rutin saat ini hanya ke Jakarta dan Surabaya, jadi cek jadwal sebelum merencanakan perjalanan lewat udara.