Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Candi pendharmaan Raja Anusapati dari Singhasari di Tumpang, dengan relief cerita Garudeya.
Insider tip
Kelilingi candi searah jarum jam dan cari tiga panel Garudeya di sisi selatan, timur, dan utara. Urutannya bercerita dari garuda membawa ular sampai membawa kendi amerta.
Candi ini dibangun untuk menghormati Anusapati, raja kedua Singhasari yang wafat pada 1248. Bentuknya ramping dan tinggi, khas gaya Jawa Timuran, dengan kepala kala besar di atas pintu. Di kakinya ada relief Garudeya, kisah garuda yang membebaskan ibunya dari perbudakan. Candi ini dipugar pada 1990.
Arca Siwa yang dulu ada di bilik candi sekarang disimpan di Tropenmuseum, Amsterdam. Kisah Garudeya dipahat sebagai pesan ruwatan, karena Anusapati dikenal sebagai anak yang berbakti kepada ibunya, Ken Dedes.
Sekitar 20 km di timur Kota Malang, searah dengan jalur ke Bromo lewat Tumpang. Gabungkan dengan Candi Jago yang hanya beberapa kilometer dari sini. Masuknya biasanya cukup dengan mengisi buku tamu dan memberi donasi.