Gua kapur di tepi Labuan Bajo yang dindingnya memantulkan cahaya matahari siang.
Insider tip
Pakai sepatu yang tidak licin. Lorong menuju ruang utama sempit, basah, dan ada bagian yang harus dilewati sambil menunduk.
Gua kapur sepanjang sekitar 200 meter di Kelurahan Batu Cermin, 15 menit berkendara dari pelabuhan. Namanya datang dari dinding yang memantulkan sinar matahari yang masuk lewat celah di atap. Di langit-langitnya ada fosil karang dan penyu, sisa masa ketika daerah ini masih dasar laut.
Gua ini dicatat misionaris Belanda Theodor Verhoeven pada 1951. Fosil di langit-langitnya jadi bukti bahwa Flores barat dulu berada di bawah permukaan laut.
Datang antara pukul 09.00 dan 12.00. Di luar jam itu matahari tidak masuk lewat celah dan pantulannya hilang. Pemandu wajib dan sudah termasuk tiket.