Gunung api aktif di Selat Sunda (Lampung Selatan), muncul 1927 dari kaldera Krakatau 1883.
Insider tip
Kalau kawasan tertutup, Pulau Sebesi adalah pulau berpenghuni terdekat, sekitar 19 km dari Anak Krakatau dan di luar radius larangan. Tanyakan pemandu di Kalianda apakah perahu ke Sebesi sedang jalan.
Not suited to young children
Statusnya Level III (Siaga) dan PVMBG melarang aktivitas dalam radius 5 km dari kawah. Jangan rencanakan kunjungan dengan anak. Cek MAGMA Indonesia sebelum berangkat.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Pulau gunung api di Selat Sunda yang secara administratif masuk Kabupaten Lampung Selatan. Muncul dari laut pada 1927, di dalam kaldera yang terbentuk oleh letusan Krakatau 1883. Tubuhnya runtuh sebagian pada 22 Desember 2018 dan memicu tsunami Selat Sunda. Sepanjang 2026 gunung ini berulang kali erupsi.
Letusan 1883 menewaskan puluhan ribu orang, sebagian besar oleh tsunami di pesisir Lampung dan Banten. Lonceng dan monumen peringatannya ada di Bandar Lampung, menandai seberapa jauh dampaknya terasa.
PENTING: per laporan 19 Oktober 2026 statusnya Level III (Siaga) dan PVMBG melarang aktivitas dalam radius 5 km dari kawah. Cek status terbaru di MAGMA Indonesia sebelum merencanakan apa pun. Kalau status turun, perahu ke arah Krakatau biasanya berangkat dari Kalianda atau Pulau Sebesi.