Jalan utama Salatiga dengan bangunan kolonial, berlatar Gunung Merbabu.
Insider tip
Bangunan lama di jalan ini sekarang banyak dipakai jadi toko dan kantor, jadi bagian dalamnya bisa dilihat cukup dengan masuk sebagai pembeli.
Jalan poros Salatiga yang dulu bagian dari Jalan Raya Pos buatan Daendels. Di sepanjang jalurnya berdiri bangunan lama dari masa Belanda, termasuk gedung pemerintahan dan toko-toko tua. Salatiga dulu jadi kota peristirahatan orang Eropa karena udaranya sejuk. Dari beberapa titik di jalan ini Gunung Merbabu terlihat langsung di ujung jalan.
Salatiga berkembang sebagai kota kecil bersuhu sejuk di jalur antara Semarang dan Solo. Nama kotanya sendiri disebut dalam Prasasti Plumpungan dari tahun 750 Masehi.
Paling nyaman dijalani pagi atau sore, udaranya sejuk sepanjang tahun. Banyak warung makan lama di sisi jalan. Kalau ingin melihat Merbabu, cari titik yang menghadap selatan saat langit cerah.