Worth seeing, but expect crowds and tourist pricing. Our editors rate this high on the tourist trail.
Menara jam 1926 di pusat Bukittinggi, angka empatnya ditulis IIII.
Insider tip
Pasar Atas ada tepat di belakang menara. Kalau mencari kain dan sulaman Minang, harganya di sini jauh lebih masuk akal daripada toko oleh-oleh di jalan utama.
Menara jam setinggi 26 meter di alun-alun Bukittinggi, dibangun 1926 sebagai hadiah untuk sekretaris kota pada masa Hindia Belanda. Atapnya sudah tiga kali berganti bentuk: bulat bergaya Eropa, lalu pagoda pada masa Jepang, dan bergonjong Minangkabau setelah kemerdekaan. Mesin jamnya masih yang asli.
Angka empat di jam ini ditulis IIII, bukan IV. Penulisan itu dipakai di banyak jam menara Eropa, tapi di Bukittinggi ia melahirkan berbagai cerita rakyat tentang alasannya.
Alun-alunnya ramai dari sore sampai malam, dengan pedagang makanan di sekelilingnya. Kalau ingin foto tanpa orang, datang sebelum pukul 07.00.