Kampung kecil di atas pulau datar, salah satu desa wisata Raja Ampat yang dikelola warganya sendiri.
Insider tip
Perempuan kampung menganyam topi manta dari daun pandan laut, dikerjakan tangan dan dijual langsung di kampung. Beli di situ, bukan di Waisai, karena uangnya utuh sampai ke pengrajinnya.
Kampung di Distrik Meos Mansar, Raja Ampat, berdiri di pulau datar seluas 7,2 hektare yang dikelilingi pasir putih. Warganya sekitar 44 kepala keluarga, hidup dari melaut dan wisata. Ada sembilan homestay dan satu pusat selam, semuanya milik warga kampung. Dermaga kayunya jadi titik menyelam yang terkenal.
Arborek menerapkan sasi laut, aturan adat yang melarang pengambilan hasil laut berlebihan di kawasan tertentu. Itu sebabnya karang di sekitar dermaga masih utuh meski kampungnya ramai dikunjungi.
Dari Waisai sekitar satu setengah jam dengan perahu. Menginap di homestay warga, bukan resor, kalau ingin uangnya tinggal di kampung. Bawa uang tunai; tidak ada mesin ATM.