Jembatan baja Death Railway di atas Sungai Khwae Yai, masih dilewati kereta dua kali sehari.
Insider tip
Datang pagi sebelum rombongan tur dari Bangkok tiba. Seberangi sampai ujung barat, sisi itu jauh lebih sepi daripada sisi kota.
Kids: plan ahead
Pagar pengaman di jembatan tidak lengkap dan kereta masih lewat. Gandeng anak kecil terus, dan menepi ke panggung kecil di sela bentang saat kereta datang.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Jembatan 277 di jalur kereta Thailand-Burma, dibangun tawanan perang Sekutu dan pekerja paksa Asia pada 1942-1943. Bentang baja lengkungnya dibawa tentara Jepang dari Jawa pada 1942. Jembatan ini dibom Sekutu pada 1945, diperbaiki, dan sampai sekarang masih dipakai kereta ke Nam Tok.
Nama "River Kwai" lahir dari salah ucap orang Inggris untuk khwae (anak sungai). Bagian sungai di bawah jembatan baru dinamai Khwae Yai pada 1960. Bagi pembaca Indonesia ada dua jejak dekat: bentang bajanya berasal dari Jawa, dan banyak romusha Jawa ikut dipaksa membangun jalur ini.
Jembatannya bisa diseberangi jalan kaki lewat jalur pelat baja di tengah. Ada panggung kecil di sela bentang untuk menepi saat kereta lewat. Dari pusat kota naik songthaew 10 baht di Jalan Saeng Chuto, turun di tempat rel memotong jalan.