MuseumMuseum dan pusat riset swasta tentang Death Railway, di sebelah pemakaman perang.
Insider tip
Setelah keliling, duduk di bangku jendela kafe lantai atas. Dari situ kelihatan seluruh pemakaman perang di seberang jalan.
Kid-friendly
Museum dalam ruang, sebagian ber-AC, dengan replika gerbong dan jembatan. Beberapa kisah dan foto berat untuk anak kecil, jadi dampingi.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Museum dan pusat riset swasta yang dibuka Maret 2003, dikelola Rod Beattie, peneliti asal Australia yang bertahun-tahun menelusuri sisa jalur kereta. Pamerannya mengikuti alur pembangunan: invasi Jepang, pengangkutan tawanan dalam gerbong barang, alat kerja yang ditemukan kembali, sampai kondisi hidup dan kematian di kamp.
Museum ini tidak hanya bercerita tentang tawanan Barat. Pekerja paksa Asia, termasuk orang Jawa, Melayu, dan Tamil, jumlahnya jauh lebih banyak dan korbannya pun lebih banyak, tetapi hampir tidak pernah mendapat ganti rugi.
Buka setiap hari 09.00-17.00. Tiketnya 160 baht menurut Wikivoyage, sudah termasuk kopi atau teh di kafe lantai atas. Sisihkan minimal satu jam.