LandmarkJalan berkelok era Belanda dan jembatan layang 2,5 km di antara dua cagar alam.
Insider tip
Berhenti di titik pandang di sisi atas, bukan di tengah jembatan. Dari sana kelok jalan lama dan jembatan barunya terlihat dalam satu bingkai.
Ruas jalan berkelok sekitar 30 km di timur Payakumbuh, di jalur Sumatera Barat ke Riau. Jalan lamanya dibangun 1908 sampai 1914 dan panjangnya hanya 300 meter kalau ditarik lurus. Di sebelahnya sekarang ada jembatan layang sepanjang 2,5 km dengan tiang beton sampai 58 meter, diresmikan Oktober 2013. Jalurnya diapit Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau.
Jalur ini urat nadi angkutan barang antara Sumatera Barat dan Riau. Saat mudik Lebaran, jembatannya padat oleh kendaraan perantau Minang yang pulang kampung dari Pekanbaru.
Sekitar 45 menit dari Payakumbuh dan bisa digabung dengan Lembah Harau. Ada area parkir dan warung di sisi jalan untuk melihat jembatan dari atas.