Masjid kayu di Sungai Penuh yang mulai dibangun pada 1874, beratap tumpang tiga.
Insider tip
Masjid ini tidak punya menara. Azan dikumandangkan dari panggung tinggi di bawah atap, di dalam masjid. Cari panggung itu saat masuk.
Kids: plan ahead
Masjid yang masih dipakai beribadah. Datang di luar waktu salat, ajak anak tenang di dalam, dan pakaikan pakaian tertutup.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Masjid kayu di Kelurahan Pondok Tinggi, Sungai Penuh, yang mulai dibangun bergotong royong pada 1 Juni 1874 dan selesai pada awal abad ke-20. Seluruh bangunannya dari kayu berukir, dengan atap tumpang tiga yang makin ke atas makin runcing. Di dalamnya ada 36 tiang dalam tiga kelompok, empat di antaranya tiang utama sepanjang sekitar 15 meter. Nama Masjid Agung diberikan Mohammad Hatta saat berkunjung pada 1953.
Atap tiga susun itu melambangkan susunan adat Pondok Tinggi: bapucouk satau, barampek jure, batingkat tigea. Pucuk satu untuk satu kepala adat, empat sudut untuk empat luhah, tiga tingkat untuk tiga lapis sko.
Letaknya di tepi Jalan Depati Payung, dekat pusat kota. Datang di luar waktu salat dan minta izin pengurus sebelum masuk.