ReligiousRated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Masjid bergaya kelenteng di Jalan Gading, dibangun komunitas Muslim Tionghoa pada 2002.
Times are the place's local time. Holidays and ceremonies can change them, so check before you travel far.
Insider tip
Perhatikan gerbang pagodanya. Relief naga dan lafaz Allah di puncaknya paling jelas terlihat dari halaman pada pagi hari, sebelum cahaya terlalu terik.
Masjid ini diprakarsai PITI dan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Jawa Timur. Batu pertamanya diletakkan 15 Oktober 2001 dan masjid diresmikan 13 Oktober 2002. Bentuknya mirip kelenteng dengan warna merah, hijau, dan kuning, dan pintu masuknya menyerupai pagoda. Di sisi kiri ada bedug.
Namanya diambil dari Laksamana Cheng Ho. Ia pelaut Muslim dari Tiongkok yang singgah di Nusantara pada abad ke-15. Masjid ini jadi contoh pertama dari beberapa masjid Cheng Ho lain di Indonesia, termasuk di Palembang dan Pandaan.
Sekitar satu kilometer di utara Balai Kota, di belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa. Gampang dicari. Masjid terbuka untuk salat lima waktu, dan pengunjung non-Muslim boleh melihat dari halaman.