Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Masjid utama Keraton Yogyakarta di sisi barat Alun-Alun Utara, dibangun 1773.
Times are the place's local time. Holidays and ceremonies can change them, so check before you travel far.
Insider tip
Setelah salat, masuk ke gang-gang Kampung Kauman di sisi barat. Jalannya sempit dan sepi kendaraan, dan Langgar Kidul peninggalan Ahmad Dahlan ada di sana.
Masjid ini dibangun Sultan Hamengku Buwono I pada 1773, dengan Kyai Wiryokusumo sebagai arsiteknya. Atapnya tumpang tiga khas masjid Jawa, dan gerbang utamanya di sisi timur disebut Gapura Semar Tinandu. Serambinya ditambahkan dua tahun kemudian karena jamaah makin banyak. Sampai sekarang masjid ini masih masjid resmi Keraton.
Masjid, keraton, alun-alun, dan pasar sengaja diletakkan berdekatan, sesuai tata kota kerajaan Jawa. Kampung Kauman di belakangnya adalah tempat KH Ahmad Dahlan tinggal dan mendirikan Muhammadiyah pada 1912. Setiap Sekaten, gamelan pusaka keraton ditabuh di halaman masjid ini.
Jalan kaki lima menit dari Alun-Alun Utara atau sekitar 15 menit dari ujung selatan Malioboro. Masjid terbuka untuk salat lima waktu. Di luar jam salat, pengunjung boleh melihat-lihat serambinya asal berpakaian sopan.