Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Masjid tertua di Yogyakarta, peninggalan awal Kerajaan Mataram Islam di Kotagede.
Times are the place's local time. Holidays and ceremonies can change them, so check before you travel far.
Insider tip
Lanjutkan dengan jalan kaki. Gang-gang Kotagede penuh rumah kalang dan bengkel perak. Cari kipo, jajanan kecil berisi kelapa dan gula jawa yang khas Kotagede.
Masjid ini berdiri di selatan Pasar Kotagede, bekas ibu kota awal Mataram Islam. Bangunan intinya dibuat pada masa Sultan Agung dan masih bertiang kayu. Bagian yang ditambah kemudian oleh Paku Buwono X bertiang besi. Gapuranya berbentuk paduraksa seperti gapura candi, dan di sebelahnya ada kompleks makam raja-raja Mataram.
Gapuranya mirip gapura candi. Itu karena masjid ini dibangun bersama warga yang saat itu masih beragama Hindu dan Buddha. Bedug di serambi adalah hadiah Nyai Pringgit dan masih dipukul sebagai tanda waktu salat.
Sekitar 20 menit naik motor atau mobil dari Malioboro ke arah tenggara. Masjidnya terbuka setiap hari. Makam raja di sebelahnya hanya buka pada hari dan jam tertentu, dan peziarah wajib memakai busana adat Jawa yang bisa disewa di depan.