Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Masjid 1840-an di Beach Road dengan menara miring seperti menara gereja
Insider tip
Lihat menaranya dari halaman samping. Kemiringannya baru jelas kalau dibandingkan dengan gedung tinggi di belakangnya. Gabungkan dengan makan siang di Kampong Glam.
Masjid ini dibangun pada 1845 sampai 1846 dengan dana Hajjah Fatimah, perempuan bangsawan dari Melaka. Bangunan kayunya diganti beton pada 1920, dan ruang salatnya dibangun ulang pada 1930-an. Menaranya sedikit miring dan bentuknya mirip menara gereja. Sejak 1973 masjid ini monumen nasional Singapura.
Hajjah Fatimah menikah dengan saudagar Bugis dari Sulawesi dan meneruskan usaha dagangnya setelah suaminya wafat. Makamnya ada di belakang masjid. Pembangunan ulangnya melibatkan kontraktor Prancis, tukang Melayu, dan arsitek Tionghoa.
Sekitar 10 menit jalan kaki dari Masjid Sultan, atau dari MRT Lavender dan Nicoll Highway. Masjidnya lebih kecil dan sepi, enak untuk salat dengan tenang. Pengunjung non-Muslim datang di luar waktu salat dan berpakaian sopan.