Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Masjid di Kesawan yang bentuknya mirip kelenteng, dibiayai saudagar Tionghoa Tjong A Fie.
Insider tip
Gabungkan dengan Rumah Tjong A Fie dalam satu jalan pagi. Setelah melihat rumah saudagarnya, ornamen Tionghoa di masjid ini jadi lebih mudah dikenali.
Masjid di Jalan Mesjid, Kesawan, yang diperkirakan berdiri sejak 1874 di atas tanah wakaf Datuk Kesawan, Haji Muhammad Ali. Pembangunannya dibiayai Tjong A Fie, lalu masjid diserahkan kepada Sultan Deli Ma'moen Al Rasyid. Dari luar atapnya mirip kelenteng. Di belakangnya berdiri gedung Maktab Islamiyah Tapanuli, tempat lahirnya Al Washliyah pada 1930.
Namanya muncul karena dulu masjid ini ada di gang sempit dengan tikungan tepat di depannya, dan tidak pernah diberi nama resmi. Kisah pembangunannya sering dipakai warga Medan sebagai contoh hubungan baik orang Melayu dan Tionghoa di Deli.
Jaraknya cuma beberapa menit jalan kaki dari Rumah Tjong A Fie di Jalan Ahmad Yani. Datang di luar waktu salat dan berpakaian tertutup. Jalannya sempit dan ramai pedagang, jadi lebih enak naik becak atau jalan kaki daripada bawa mobil.