Masjid kuning di Penyengat dengan 13 kubah dan 4 menara; adukan dindingnya memakai putih telur.
Insider tip
Lihat ke arah Tanjungpinang dari tangga masjid saat sore. Warna kuningnya paling terang sekitar pukul empat, sebelum matahari turun di belakang pulau.
Kids: plan ahead
Harus naik pompong 15 menit dari Tanjungpinang. Ini masjid aktif. Perempuan menutup kepala dan hindari jam salat Jumat.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Masjid kuning di Pulau Penyengat yang didirikan pada 1832, satu-satunya peninggalan Kerajaan Riau-Lingga yang masih utuh dan masih dipakai salat. Tebal dindingnya sekitar 50 cm, dan campuran perekatnya memakai putih telur. Ada 13 kubah dan 4 menara setinggi 18,9 meter. Jumlah keduanya 17, sama dengan jumlah rakaat salat wajib sehari.
Di halaman masjid ada dua rumah sotoh untuk musafir dan musyawarah, dan dua balai untuk kenduri dan buka puasa. Di dalamnya tersimpan mushaf Al-Quran tulisan tangan dari masa kerajaan.
Terlihat jelas dari dermaga Tanjungpinang, jadi tidak perlu bertanya arah. Hindari jam salat Jumat kalau hanya ingin melihat-lihat. Perempuan perlu menutup kepala untuk masuk.