Gedung bank sentral kolonial di Jalan Garuda yang kini jadi museum mata uang.
Times are the place's local time. Holidays and ceremonies can change them, so check before you travel far.
Insider tip
Turun ke ruang bawah tanah. Pintu brankasnya yang tebal masih asli, dan ruangannya jauh lebih sejuk dari jalanan Kota Lama di siang hari.
De Javasche Bank membuka cabang Surabaya pada 1829. Gedung yang sekarang dibangun ulang pada awal 1900-an, bergaya neo-renaisans dengan ornamen Jawa di detailnya. Setelah kemerdekaan gedung ini dipakai Bank Indonesia sampai 1973, lalu dibuka sebagai cagar budaya pada 27 Januari 2012. Bangunannya tiga lantai, dan bekas ruang penyimpanan di bawah tanah sekarang berisi koleksi mata uang lama.
Gayanya kembar dengan kantor pusat De Javasche Bank di Batavia. Ruang mesin dan peralatan bank lama dipamerkan, termasuk lemari besi yang masih utuh.
Ada di kawasan Kota Lama, dekat Jembatan Merah. Menurut Wikipedia masuknya tidak dipungut biaya dan museum tutup setiap Senin serta hari libur. Siapkan tanda pengenal untuk didaftar di pintu.