Koleksi lebih dari sepuluh ribu kain batik di kompleks rumah bangsawan Ndalem Wuryaningratan.
Insider tip
Minta pemandu menunjukkan batik Belanda dan batik Tionghoa berdampingan. Perbedaan warna dan ceritanya paling gampang dipahami kalau dilihat bersebelahan.
Museum yang menyimpan koleksi batik sangat besar, dari batik keraton, batik pesisir, sampai batik pengaruh Belanda dan Tionghoa. Bangunannya bekas rumah bangsawan bernama Ndalem Wuryaningratan, dengan pendapa kayu dan lantai marmer. Kunjungan dipandu, jadi kain-kainnya dijelaskan satu per satu, bukan cuma dipajang. Di belakangnya ada bengkel yang memperlihatkan proses membatik.
Motif batik keraton dulu diatur ketat: ada motif yang hanya boleh dipakai raja dan keluarganya. Pemandu biasanya menunjukkan mana yang termasuk larangan itu.
Masuk harus ikut pemandu dan berangkat per rombongan kecil, jadi kadang menunggu. Sediakan sekitar satu setengah jam. Memotret koleksi umumnya dilarang, tanyakan dulu.