Benteng Belanda abad ke-18 di depan Gedung Agung, sekarang museum diorama perjuangan.
Times are the place's local time. Holidays and ceremonies can change them, so check before you travel far.
Insider tip
Naik ke bastion di sudut benteng. Dari atas terlihat simpang titik nol dan Gedung Agung, dan ruangan diorama di bawahnya ber-AC kalau siang terlalu panas.
Benteng pertama di lokasi ini dibuat dari kayu pada 1760-an, lalu dibangun permanen mulai 1767 dan selesai 1787 dengan nama Rustenburg. Setelah rusak oleh gempa 1867, benteng dibangun ulang dan namanya diganti Vredeburg, artinya benteng perdamaian. Bentuknya persegi dengan bastion di keempat sudut, dikelilingi parit. Sejak 1992 bangunannya jadi museum dengan deretan diorama sejarah Indonesia.
Belanda membangun benteng ini dekat sekali dengan Keraton dengan alasan menjaga keamanan. Tujuan sebenarnya mengawasi Sultan. Tanah bentengnya sendiri milik Keraton.
Letaknya di titik nol Yogyakarta, tepat di seberang Gedung Agung. Jam buka sempat berubah setelah museum ditata ulang, jadi cek dulu akun resminya sebelum datang.