Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Rumah pondokan di Kramat Raya 106 tempat Sumpah Pemuda dibacakan pada 28 Oktober 1928.
Insider tip
Menjelang 28 Oktober museum ini paling ramai oleh rombongan sekolah. Datang di luar pekan itu kalau ingin membaca keterangan pamerannya dengan tenang.
Bangunan di Jalan Kramat Raya No. 106 ini dulunya rumah pondokan pelajar milik Sie Kong Lian. Di sinilah Kongres Pemuda Kedua ditutup dengan ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Museumnya dikelola Kementerian Kebudayaan dan menyimpan foto, dokumen, serta benda dari masa pergerakan kepemudaan.
Penghuni rumah ini dulu adalah pelajar dan tokoh pergerakan seperti Muhammad Yamin dan Amir Sjarifoeddin. Kamar-kamar indekos itulah yang menjadi ruang diskusi sebelum kongres.
Buka Selasa sampai Minggu pukul 08.00 sampai 16.00, tutup Senin dan hari besar nasional. Dari Stasiun Senen atau halte TransJakarta Kramat Sentiong cukup jalan kaki.