Museum di gedung laboratorium tanah zaman Belanda, berisi contoh tanah dari berbagai daerah.
Insider tip
Cari koleksi tanah gambut dan potongan profil tanah yang dipajang tegak. Dari situ terlihat jelas kenapa tanah di Kalimantan dan di Jawa sangat berbeda untuk bercocok tanam.
Museum ini menempati gedung Laboratorium voor Agrogeologie en Grond Onderzoek di Jalan Ir. H. Juanda No. 98, tidak jauh dari Kebun Raya Bogor. Museum Tanah dibuka pada 29 September 1988 bekerja sama dengan ISRIC Wageningen. Setelah renovasi oleh Kementerian Pertanian, museum dibuka lagi pada 5 Desember 2017, bertepatan dengan Hari Tanah Sedunia.
Bogor sejak zaman Hindia Belanda menjadi pusat penelitian pertanian. Laboratorium tanah ini salah satu jejaknya, sejajar dengan Kebun Raya dan lembaga riset lain di sekitarnya.
Letaknya di jalur yang sama dengan Istana Bogor dan Museum Zoologi, jadi mudah disambung jalan kaki. Museumnya tidak besar. Cek jam buka sebelum datang karena museum milik kementerian biasanya tutup di hari libur.