Pulau kecil 15 menit naik pompong dari Tanjungpinang, bekas pusat Kerajaan Riau-Lingga.
Insider tip
Datang pagi sebelum pukul sepuluh. Siang hari panasnya menyengat dan hampir tidak ada tempat berteduh di antara makam-makam. Pulangnya, cek jadwal pompong terakhir sebelum magrib.
Kids: plan ahead
Perlu naik pompong dan di pulau hampir tidak ada tempat berteduh. Datang sebelum pukul sepuluh. Becak motor membantu kalau anak cepat lelah.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Pulau sepanjang sekitar 2 km di muara Sungai Riau, 15 menit naik pompong dari pusat Tanjungpinang. Sejak 1803 pulau ini jadi kedudukan Yang Dipertuan Muda Kerajaan Riau. Di dalamnya ada Masjid Raya Sultan Riau, kompleks makam raja-raja, makam Raja Ali Haji, sisa Istana Kantor, dan benteng di Bukit Kursi.
Penyengat konon diberikan Sultan Mahmud Syah kepada Engku Puteri Hamidah sebagai mas kawin. Raja Ali Haji menulis Gurindam Dua Belas di sini pada 1847, dan karya-karya dari pulau ini ikut jadi dasar bahasa Melayu Riau yang kemudian dipakai sebagai bahasa Indonesia.
Pompong berangkat dari dermaga Penyengat di dekat Pelabuhan Sri Bintan Pura dan baru jalan kalau penumpangnya cukup. Di pulau tidak ada mobil. Keliling situsnya pakai becak motor yang bisa disewa per jam, atau jalan kaki kalau tidak terik.