Pura keluarga Kerajaan Mengwi yang dikelilingi kolam, bagian dari Warisan Dunia subak Bali.
Times are the place's local time. Holidays and ceremonies can change them, so check before you travel far.
Insider tip
Ikuti jalan setapak di luar tembok dalam sampai ke sisi utara. Di sana meru-meru terlihat berderet tanpa terhalang, dan pengunjungnya jauh lebih sedikit dibanding di gerbang depan.
Pura ini dibangun pada 1634 oleh Raja Mengwi, I Gusti Agung Putu, sebagai pura untuk leluhur dinasti Mengwi. Luas kompleksnya 6,9 hektare dan dikelilingi kolam besar seperti parit. Halaman paling dalam berisi meru dengan atap dua sampai sebelas tingkat. Sejak 6 Juli 2012 pura ini masuk Warisan Dunia UNESCO sebagai bagian dari lanskap budaya subak Bali.
Air dari kolam pura ini mengalir ke tiga subak di Badung. Itulah alasannya pura ini dimasukkan ke Warisan Dunia bersama sawah Jatiluwih, bukan karena bangunannya saja.
Sekitar 19 km di utara Denpasar, searah dengan perjalanan ke Bedugul atau Tanah Lot. Kunjungan cukup satu jam. Halaman paling dalam hanya untuk yang sembahyang, jadi pengunjung melihat meru dari balik tembok.