Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Rumah kecil di gang Peneleh tempat Soekarno muda indekos dan belajar politik.
Times are the place's local time. Holidays and ceremonies can change them, so check before you travel far.
Insider tip
Naik ke loteng kecil di bagian belakang. Ruang sempit di atas itulah yang disebut-sebut sebagai kamar Soekarno saat indekos.
Rumah seluas sekitar 9 x 13 meter ini dibangun pada 1870-an dan dulu menjadi tempat tinggal HOS Tjokroaminoto, ketua Sarekat Islam. Pada awal abad ke-20 rumah ini juga jadi tempat indekos dan diskusi para pemuda. Soekarno, Semaun, Musso, Alimin, dan Kartosoewirjo pernah tinggal atau belajar di sini. Sekarang rumahnya dikelola sebagai museum oleh pemerintah kota.
Tokoh-tokoh yang belajar di rumah ini kemudian mengambil jalan politik yang sangat berbeda, dari nasionalis, komunis, sampai Islamis. Semuanya pernah duduk di ruang yang sama mendengarkan Tjokroaminoto.
Mobil tidak bisa masuk gangnya, jadi parkir di Jalan Peneleh lalu jalan kaki. Rumahnya kecil, kunjungan cukup 30 menit. Isi buku tamu di pintu.