Pulau kecil di seberang Iboih, tempat menyelam dan bekas karantina haji zaman Belanda.
Insider tip
Jangan injak atau pegang karang saat air surut. Di beberapa titik karangnya dangkal dan mudah patah.
Kids: plan ahead
Selat antara Iboih dan Rubiah bisa berarus. Semua anak wajib pakai pelampung, termasuk yang bisa berenang. Jangan injak karang dangkal.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Pulau seluas sekitar 0,36 km² di barat laut Pulau Weh, beberapa ratus meter dari Iboih. Daya tarik utamanya ada di bawah air: terumbu karang di sekelilingnya. Pulau ini juga salah satu dari dua tempat karantina haji tertua di Nusantara, bersama Pulau Onrust. Bekas fondasi dan bak air karantina itu masih bisa dilihat.
Namanya diambil dari Ummi Sarah Rubiah, pemuka agama yang dikenal warga Sabang. Jemaah haji yang berlayar ke Mekkah dulu singgah di sini sebelum dan sesudah perjalanan.
Perahu dari Iboih menyeberang dalam beberapa menit. Sepakati jam jemput sebelum berangkat. Selat antara Iboih dan Rubiah bisa berarus, jadi pakai pelampung walau Anda perenang yang baik.