Pelabuhan alam dalam yang dulu jadi stasiun batu bara Belanda dan pelabuhan bebas.
Insider tip
Bangunan peninggalan Belanda masih tersisa di jalan-jalan dekat teluk. Jalan kaki sore di kawasan ini lebih menarik daripada naik kendaraan.
Kid-friendly
Jalan kaki sore di kota tua dekat teluk enak bersama anak. Pemandangan teluk dari jalan di bukit kota.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Teluk Sabang adalah pelabuhan alam yang dalam dan terlindung. Pada 1881 Belanda membangun stasiun batu bara (Kolen Station) di sini untuk kapal yang lewat Selat Malaka setelah Terusan Suez dibuka. Pada 1896 Sabang dibuka sebagai pelabuhan bebas. Jepang menjadikannya pelabuhan militer pada 1942, lalu Sekutu mengebomnya.
Sejak 2000 Sabang berstatus Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas. Status itu menghidupkan lagi peran yang pernah dimilikinya seabad sebelumnya.
Pemandangan teluk paling bagus dari jalan di bukit kota saat sore. Pelabuhan ini bukan tempat kapal penumpang dari Banda Aceh; kapal itu berlabuh di Balohan.