Kuil terpenting di Chaliang, dengan prang dan arca Buddha berjalan bergaya Sukhothai.
Insider tip
Kuil ini ada di luar kota tembok, di seberang tikungan sungai. Banyak pengunjung Si Satchanalai melewatkannya, padahal jaraknya hanya sekitar dua kilometer.
Kuil terbesar dan terpenting di Si Satchanalai-Chaliang, di tikungan Sungai Yom. Bangunan utamanya prang bergaya Khmer yang diubah jadi gaya Ayutthaya pada abad ke-18. Di sebelah kiri prang ada arca Buddha berjalan bergaya Sukhothai, dan gerbangnya berhias kepala Brahma menghadap empat arah.
Chaliang lebih tua daripada Si Satchanalai dan sudah disebut sebagai negeri tersendiri dalam catatan Tiongkok tahun 1001. Kota ini juga pusat produksi keramik yang diekspor sampai ke Indonesia.
Kuil ini masih aktif dan berstatus kuil kerajaan kelas satu sejak 1958. Pakai pakaian yang menutup bahu dan lutut, dan lepas alas kaki di dalam bangunan.