Taman dengan pohon sukun tempat Bung Karno merenungkan dasar negara semasa diasingkan di Ende.
Insider tip
Bung Karno juga menulis dan mementaskan sandiwara selama di Ende. Lokasi pementasannya termasuk empat situs yang dipugar pada 2012 sampai 2013, bersama rumah, taman ini, dan makam ibu mertuanya.
Kid-friendly
Taman terbuka dan gratis dengan pohon sukun dan patung Bung Karno. Ada keteduhan dari pohonnya. Museum rumah pengasingan hanya beberapa menit dari sini.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Taman di Jalan Soekarno, Kelurahan Kotaraja, Ende Utara. Di bawah pohon sukun di taman ini Bung Karno sering duduk merenung selama diasingkan di Ende, 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938. Renungan itu kelak dikenal sebagai cikal bakal Pancasila. Di taman ini juga ada patung Bung Karno.
Rumah pengasingan itu milik Haji Abdullah Ambuwaru, dibangun 1927. Bung Karno tinggal di sana bersama Inggit Garnasih, anak angkatnya Ratna Djuami, dan ibu mertuanya Amsi. Bung Karno sendiri meresmikannya sebagai museum pada 16 Mei 1954.
Taman ini terbuka dan gratis. Rumah pengasingan Bung Karno, sekarang Museum Situs Bung Karno di Jalan Perwira, hanya beberapa menit dari sini. Keduanya bisa didatangi dalam satu pagi.