Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Makanan pokok dari gaplek singkong khas Gunungkidul, dijual di Wonosari dan di sepanjang Jalan Baron.
Insider tip
Coba varian rasa yang sekarang banyak dijual: nangka, pandan, keju, sampai cokelat. Yang paling laku tetap rasa original dengan gula merah.
Thiwul dibuat dari tepung gaplek (singkong kering), diberi sedikit gula, lalu dikukus dan dimakan dengan kelapa parut. Gatot juga dari singkong, tapi difermentasi dulu sehingga warnanya gelap dan teksturnya kenyal. Di Wonosari thiwul dijual manis untuk camilan, atau tawar sebagai pengganti nasi dengan gudhangan, tempe benguk, dan ikan asin. Belalang goreng, camilan khas Gunungkidul lainnya, dijual di tepi jalan Jogja-Wonosari.
Tanah karst Gunungkidul kering dan sulit ditanami padi, jadi singkong lama jadi makanan pokok, terutama saat paceklik. Dulu thiwul dianggap makanan orang miskin. Sekarang perantau Gunungkidul justru memburunya sebagai oleh-oleh saat mudik Lebaran.
Wonosari sekitar 40 km atau satu jam dari kota Yogyakarta. Toko thiwul dan gatot ada di jalan menuju pantai, salah satunya di Jalan Baron Km 4, Karangrejek, sekitar 5 menit dari pusat Wonosari. Thiwul dan gatot hanya tahan sehari di suhu ruang, jadi beli di perjalanan pulang dari pantai.