Taman nasional di ujung barat Jawa, rumah terakhir badak jawa. Hampir tidak ada pengunjung yang melihat badaknya.
Insider tip
Jangan datang dengan harapan melihat badak. Yang realistis dilihat adalah banteng, rusa, monyet ekor panjang, merak hijau, dan jejak kaki badak di lumpur kalau pemandu menunjukkannya.
Kids: plan ahead
Masuk kawasan perlu perahu motor dua sampai tiga jam, dan ombak bisa besar di luar Mei sampai September. Fasilitasnya sederhana. Cocok untuk anak yang sudah tahan perjalanan laut.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Taman nasional seluas sekitar 1.057 km² di ujung barat Pulau Jawa, 443 km² di antaranya laut. UNESCO menetapkannya sebagai Warisan Dunia pada 1991 karena hutan hujan dataran rendahnya dan karena badak jawa. Populasi badak jawa yang tersisa di dunia hanya ada di sini, diperkirakan sekitar 80 ekor. Badaknya pemalu dan hidup menyendiri, jadi pengunjung praktis tidak pernah melihatnya.
Letusan Krakatau 27 Agustus 1883 dan tsunaminya menghancurkan permukiman di semenanjung ini. Kampung-kampung itu tidak pernah dibangun lagi, dan bekas ladang berubah kembali jadi hutan. Ujung Kulon dalam bahasa Sunda berarti ujung barat.
Pintu masuknya lewat Desa Tamanjaya atau Sumur. Dari sana perahu motor ke Pulau Peucang atau Handeuleum makan waktu dua sampai tiga jam, tergantung ombak. Pemandu wajib, dan jumlah pengunjung dibatasi. Laut paling tenang Mei sampai September.