Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Kelenteng tertua di Jakarta, berdiri sejak 1650 di tengah Petak Sembilan.
Times are the place's local time. Holidays and ceremonies can change them, so check before you travel far.
Insider tip
Gabungkan dengan jalan kaki ke Gereja Santa Maria de Fatima yang berbentuk bangunan Tionghoa, hanya beberapa menit dari sini.
Kelenteng ini dibangun tahun 1650 oleh Letnan Tionghoa Kwee Hoen dengan nama Kwan Im Teng. Setelah kemungkinan terbakar pada 1740, kelenteng dipugar pada 1755 oleh Kapitan Oei Tji-lo dan diberi nama Kim Tek Ie. Pada abad ke-18 kelenteng ini menjadi tempat ibadah Tionghoa paling penting di Batavia. Bagian utamanya pernah terbakar lagi pada 2015 dan sudah dibangun ulang.
Dari nama Kwan Im Teng inilah kata klenteng diyakini masuk ke bahasa Indonesia. Sebelum Perang Dunia II kelenteng ini salah satu dari empat kelenteng besar yang dikelola Kong Koan, dewan Tionghoa Batavia.
Masuknya gratis dan terbuka untuk pengunjung yang sopan. Jangan memotret orang yang sedang sembahyang dari dekat. Menjelang Imlek kawasannya sangat padat.