Less visitedBest time to go
Jam kerja museum
Moko adalah drum perunggu berpinggang ramping yang di Alor dipakai sebagai alat tukar dan mas kawin sejak ratusan tahun lalu. Sebagian dibuat di Cina dan Jawa lalu dibawa ke Alor pada abad ke-19. Moko masih diminta sebagai bagian mas kawin. Jumlahnya terbatas, jadi sering harus dipinjam atau digadaikan.
Open in Google MapsWarga kadang menemukan moko terkubur di tanah. Dulu orang memang menguburnya diam-diam supaya tidak disita penagih utang atau dipinjam kerabat.
Lihat koleksinya di Museum 1000 Moko di Kalabahi, yang diresmikan 4 Mei 2004. Sekitar 80 persen koleksinya hibah dari satu warga Kalabahi.