Sumatera Utara, Indonesia
Danau kaldera terbesar di Indonesia, terbentuk dari letusan gunung api purba Toba, dengan Pulau Samosir di tengahnya. Titik kotanya Parapat, kota pelabuhan di tepi timur. Dari sini kapal menyeberang ke Tuktuk dan Tomok di Samosir, tempat sebagian besar penginapan dan situs budaya Batak Toba berada.
Horas dan mauliate, dua kata yang paling sering dipakai
Bahasa
Bahasa Batak Toba dipakai sehari-hari di Samosir dan sekitar danau. Horas dipakai untuk menyapa, mengucapkan selamat, dan menutup pembicaraan. Terima kasih adalah mauliate. Semua orang mengerti bahasa Indonesia, tetapi dua kata itu membuat obrolan di warung lebih cair.
Dingin di malam hari, hujan paling banyak akhir tahun
Cuaca
Danau Toba ada di ketinggian sekitar 900 meter, dan dataran tinggi di sekitarnya lebih tinggi lagi. Malam dan pagi terasa dingin, jadi bawa jaket. Hujan paling sering sekitar September sampai Desember. Juni dan Juli biasanya lebih kering dan langitnya lebih cerah untuk melihat danau dari atas.
Berpakaian rapi ke gereja dan sopan di makam leluhur
Etiket
Mayoritas penduduk Samosir beragama Kristen, dan Minggu pagi banyak warga ke gereja. Kalau ikut ibadah, berpakaian rapi dan tertutup. Di makam batu dan huta adat, pengunjung sering diminta memakai ulos yang dipinjamkan di pintu masuk. Pakailah, dan jangan duduk di atas makam atau batu persidangan.
Cari tulisan rumah makan muslim kalau butuh halal
Kuliner
Kebalikan dari kebanyakan kota di Indonesia, di sekitar Danau Toba yang perlu dicari adalah makanan halal. Lapo menjual tuak dan masakan babi seperti saksang. Istilah B1 berarti daging anjing dan B2 daging babi. Rumah makan halal biasanya menulis Rumah Makan Muslim atau RM Islam di papan namanya, dan ada di Parapat, Tuktuk, dan Pangururan.
Feri dari Ajibata, kapal kayu dari Parapat
Transportasi
Ada dua cara menyeberang ke Samosir. Feri yang memuat mobil berangkat dari Ajibata ke Tomok atau Ambarita. Kapal kayu penumpang berangkat dari Parapat dan bisa menurunkan Anda di dermaga penginapan di Tuktuk. Di Samosir sendiri angkutan umum jarang, jadi sewa motor atau mobil. Jalur darat ke Pangururan lewat Tele tidak memakai kapal.
No tours here yet. Check back soon.
Hari pekan di pasar setempat
Local insight
Showing 12 of 13
$
Pemandian air panas belerang di lereng Pusuk Buhit dengan batuan putih di sekitarnya.
$
Air terjun sekitar 26 meter di tengah sawah Kecamatan Harian.
$
Perbukitan rumput di sisi selatan Samosir dengan jalur pendek ke puncak yang menghadap danau.
$
Bukit di Harian dengan patung Yesus dan jalan aspal berkelok yang menghadap Danau Toba.
$
Kampung adat Batak Toba di Ambarita dengan kursi batu tempat raja dulu mengadili perkara.
$
Sarkofagus batu marga Sidabutar dan patung kayu Sigale-gale, beberapa menit jalan kaki dari dermaga Tomok.
$
Menara pandang di jalan masuk Samosir dari arah barat, menghadap Pangururan dan lembah Harian.
$
Bekas kediaman Raja Sidauruk berisi rumah bolon, pustaha laklak, dan tunggal panaluan.
$
Pantai pasir di tepi Danau Toba di utara Pangururan, tempat warga berenang di akhir pekan.
$
Gunung di barat Danau Toba yang dalam mitologi Batak disebut tempat lahirnya Si Raja Batak.
$
Kebun konservasi sekitar 40 hektare di Lumban Julu dengan lebih dari 100 jenis tanaman, termasuk andaliman.
$$
Semenanjung kecil di Samosir tempat sebagian besar penginapan dan kafe di tepi danau berkumpul.