Rumah 35 kamar milik saudagar paling berpengaruh di Medan
Insider tip
Kebanyakan pengunjung berhenti di lantai satu. Naik ke ballroom lantai dua: lantai kayu, jendela kaca patri, dan foto-foto lama semuanya ada di sana.
Rumah dua lantai ini dibangun sekitar 1900 sebagai kediaman Tjong A Fie (1860 sampai 1921), perantau Hakka yang jadi Majoor der Chinezen di Medan dan ikut membiayai pembangunan masjid, jembatan, serta rumah sakit. Interiornya campuran langgam Tionghoa, Melayu, dan Art Deco: ada ruang leluhur, ballroom di lantai dua, dan koleksi foto keluarga yang menceritakan Medan di era perkebunan tembakau. Rumahnya masih dikelola keturunannya dan dibuka sebagai museum.
Tjong A Fie menyumbang untuk masjid, klenteng, dan gereja. Kisah hidupnya cara paling ringkas memahami Medan sebagai kota multietnis.
Buka tiap hari sekitar 09.00 sampai 17.00. Tiketnya sekitar Rp35.000, sudah termasuk penjelasan pemandu di beberapa ruangan.