Indonesia
The gateway to North Sumatra, a vibrant city blending Malay, Batak, Chinese, and Indian cultures. Famous for its delicious street food and colonial architecture.
Kota tiga rumah ibadah dalam satu jalan
Etiket
Medan dihuni orang Melayu, Batak, Jawa, Tionghoa, dan Tamil, dan rumah ibadah mereka sering berdiri berdekatan. Kenakan pakaian tertutup di Masjid Raya, lepas alas kaki sebelum masuk kuil dan vihara, dan minta izin sebelum memotret orang yang sedang beribadah. Kain penutup biasanya dipinjamkan gratis di pintu masuk masjid.
Dari Kualanamu dan keliling kota
Transportasi
Bandara Kualanamu berjarak sekitar 39 km dari pusat kota; kereta bandara Railink dari Stasiun Medan adalah cara paling pasti menghindari macet (sekitar 30-45 menit). Di dalam kota, ojek dan taksi online tersedia luas, sementara angkot lokal disebut "sudako". Untuk Danau Toba, Berastagi, atau Bukit Lawang, sewa mobil dengan sopir jauh lebih masuk akal daripada angkutan umum.
Nada blak-blakan bukan berarti marah
Bahasa
Orang Medan bicara lugas dan bervolume tinggi. Itu gaya, bukan kemarahan. Sapaan umumnya "Bang" dan "Kak". Beberapa kata lokal sering membingungkan pendatang: "pajak" berarti pasar, dan "kereta" berarti sepeda motor. Sapaan adat yang dihargai: "Horas" untuk Batak Toba, "Mejuah-juah" untuk Karo, dan "Njuah-juah" untuk Pakpak.
Pastikan halal atau tidak sebelum memesan
Kuliner
Warung halal Melayu dan Aceh berdiri berdampingan dengan kedai Tionghoa yang berbahan babi, seperti babi panggang Karo dan bihun bebek. Keduanya bagian dari identitas kuliner Medan, jadi biasakan bertanya dulu. Yang layak dicoba: soto Medan bersantan, mi gomak Batak, durian yang ada sepanjang tahun, serta oleh-oleh bika ambon dan bolu gulung.
Tunai untuk pajak, QRIS untuk mal
Uang
Pasar tradisional, kaki lima, dan parkir hampir selalu minta tunai, jadi simpan pecahan kecil. Mal, kafe, dan restoran besar sudah menerima QRIS dan kartu. Untuk oleh-oleh di tempat seperti Pasar Ikan Lama, harga awalnya biasanya bisa ditawar. Tawar dengan ramah, dan bandingkan dua tiga kios sebelum memutuskan.
No tours here yet. Check back soon.
Local insight
Showing 12 of 13
Danau vulkanik terbesar di dunia dan jantung budaya Batak
Gerbang Taman Nasional Gunung Leuser, 3 jam dari Medan
Rumah 35 kamar milik saudagar paling berpengaruh di Medan
Istana kuning Kesultanan Deli yang masih berdiri di tengah kota
Terjunan 120 meter di ujung utara Danau Toba
Kawasan Tamil Medan dengan kuil Hindu tertua di kota
Masjid oktagonal 1909 dengan marmer Italia dan kaca patri Tiongkok
Kota sejuk dataran tinggi Karo dengan pendakian ramah pemula
Gereja Katolik bergaya Indo-Mughal yang sering dikira kuil
Kelenteng Tao terbesar di Medan, di tepi Sungai Babura
Kota tua Medan: gedung kolonial, Titi Gantung, dan alun-alun
Satu gedung untuk delapan etnis besar Sumatera Utara