Rated highly for authenticity and low on tourist crowds by our local editors.
Reruntuhan benteng 1599 milik pasukan janda Laksamana Malahayati di bukit atas Teluk Krueng Raya.
Insider tip
Datang menjelang sore. Dari dinding barat terlihat Teluk Krueng Raya dan Pelabuhan Malahayati, persis pemandangan yang dulu dipakai untuk mengawasi kapal musuh.
Benteng di bukit kecil Lamreh, sekitar 100 meter di atas laut, menghadap Teluk Krueng Raya. Dibangun pada 1599 oleh Laksamana Keumalahayati untuk pasukan Inong Balee, yaitu para janda prajurit yang gugur melawan Portugis. Ukurannya sekitar 60 x 40 meter. Dindingnya batu setebal 2 meter. Yang tersisa sekarang dinding barat dengan empat lubang meriam dan sebagian dinding utara.
Pasukan Inong Balee awalnya sekitar 1.000 janda dan kemudian berkembang menjadi 2.000 prajurit. Malahayati sering disebut laksamana perempuan pertama dalam sejarah modern dan sudah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.
Sekitar satu jam dari Banda Aceh ke arah Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya. Jalan terakhir menanjak dan tidak beraspal mulus. Tidak ada warung di atas, bawa air minum.