Aceh, Indonesia
Ibu kota Aceh di ujung barat laut Sumatra, kota pertama di Nusantara yang jadi pusat kesultanan Islam. Tsunami 2004 mengubah wajah kotanya, dan sebagian besar situs yang dikunjungi orang sekarang berkaitan dengan peristiwa itu. Dari sini kapal berangkat ke Pulau Weh.
Bawa tunai, terutama untuk ke luar kota
Uang
ATM banyak di pusat Banda Aceh tetapi jarang di Lampuuk, Lhoknga, dan sebagian Pulau Weh. Warung dan penginapan kecil hampir semuanya hanya menerima tunai. Bank di Aceh sebagian besar menjalankan sistem syariah, dan kartu dari bank konvensional tetap bisa dipakai di ATM.
Sewa motor lebih praktis daripada angkutan umum
Transportasi
Angkutan umum berupa labi-labi, minibus kecil dengan rute tetap tetapi jadwal yang tidak pasti. Ojek dan taksi daring tersedia di kota. Untuk ke Lampuuk atau Lhoknga, sewa motor jauh lebih hemat. Feri ke Pulau Weh berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue dua kali sehari; beli tiket sehari sebelumnya pada akhir pekan.
Warung kopi buka sampai larut dan jadi ruang publik
Kuliner
Mie Aceh dan kopi adalah dua hal yang paling dicari. Pesan kopi sanger, campuran kopi saring dengan susu kental, yang bukan sekadar kopi susu biasa. Warung kopi di Banda Aceh buka sampai lewat tengah malam dan berfungsi sebagai tempat orang bekerja dan berdiskusi. Alkohol dilarang total di Aceh, jadi jangan mencarinya.
Aceh menerapkan syariat Islam, termasuk aturan berpakaian
Etiket
Aturan berpakaian di Aceh berlaku untuk semua orang, bukan hanya warga setempat. Perempuan wajib memakai kerudung dan pakaian tertutup yang menutupi lengan dan kaki di ruang publik, termasuk di pantai. Laki-laki tidak memakai celana pendek di atas lutut. Ada petugas Wilayatul Hisbah yang menegur di jalan, jadi ini bukan sekadar anjuran. Pasangan yang belum menikah sebaiknya tidak berpegangan tangan di tempat umum.
Bahasa Aceh dipakai sehari-hari
Bahasa
Bahasa Indonesia dipahami semua orang, tetapi percakapan antarwarga memakai bahasa Aceh. Beberapa kata yang berguna: peue haba untuk apa kabar, teurimong geunaseh untuk terima kasih, dan hana untuk tidak. Menyapa dengan assalamualaikum lebih pas daripada halo di hampir semua situasi.
No tours here yet. Check back soon.
Local insight
$
Museum negeri sejak 1915 dengan Rumoh Aceh di halaman dan lonceng perunggu Cakra Donya dari masa Dinasti Ming.
$
Bangunan putih berbentuk puncak gunung yang dibuat Sultan Iskandar Muda untuk permaisurinya dari Pahang.
$
Penanda titik nol kilometer Indonesia di ujung barat laut Pulau Weh, lengkap dengan sertifikat kunjungan.
$$
Pulau selam di utara Banda Aceh, satu jam naik feri, dengan tebing karang yang langsung turun dalam.
$
Pantai pasir putih berombak besar sekitar 45 menit dari Banda Aceh, dibangun ulang setelah tsunami.
$
Masjid kampung yang tetap berdiri ketika tsunami meratakan hampir seluruh kawasan di sekitarnya.
$
Kapal pembangkit listrik 2.600 ton yang terseret tsunami sekitar lima kilometer ke tengah permukiman.
$
Museum rancangan Ridwan Kamil untuk korban tsunami 2004, dengan lorong air gelap dan ruang silinder berisi nama korban.
$
Masjid kesultanan berkubah hitam dengan payung raksasa di halamannya, bertahan saat tsunami 2004.