Masjid kesultanan berkubah hitam dengan payung raksasa di halamannya, bertahan saat tsunami 2004.
Insider tip
Ambil foto dari sisi kolam di halaman timur pada sore hari, saat kubahnya kena cahaya dari samping.
Masjid utama Banda Aceh, dibangun ulang oleh pemerintah Belanda pada 1879 setelah masjid kesultanan sebelumnya dibakar dalam Perang Aceh. Sekarang punya tujuh kubah dan beberapa menara. Halamannya dipasangi payung raksasa yang bisa dibuka dan ditutup, meniru Masjid Nabawi. Saat tsunami 2004 bangunannya bertahan dan jadi tempat berlindung ribuan orang.
Belanda membangun masjid ini untuk meredakan kemarahan warga setelah membakar masjid lama pada 1873. Bagi orang Aceh bangunan ini karena itu punya arti ganda: tempat ibadah, dan pengingat perang yang berlangsung puluhan tahun.
Terbuka untuk pengunjung di luar waktu salat. Ada peminjaman jubah gratis di pintu masuk untuk yang berpakaian kurang tertutup. Payungnya dibentangkan pagi dan ditutup sore, jadi datang siang kalau ingin melihatnya terbuka.