Candi ramping di antara Mendut dan Borobudur, diduga tempat abu jenazah Raja Indra.
Insider tip
Lihat relief di dinding luar: ada pohon kalpataru yang diapit kinnara dan kinnari, makhluk setengah burung. Relief ini lebih jelas di sisi yang tidak terkena matahari pagi.
Kid-friendly
Candi kecil di tengah kampung dan tidak ramai. Tiketnya terpisah dari Borobudur. Jaraknya ke Borobudur bisa ditempuh sepeda.
Assessed from the sources listed for this place. Check conditions on the day.
Candi Buddha di Desa Wanurejo, tepat di antara Candi Mendut dan Borobudur, sekitar 1,75 km dari Borobudur. Dibangun pada abad ke-8 sampai ke-9 dari batu andesit, dengan denah 10 x 10 meter dan bentuk yang ramping. Menurut J.G. de Casparis, candi ini menyimpan abu jenazah Raja Indra, ayah Samaratungga dari Dinasti Syailendra.
Pawon berarti dapur, dan sebagian orang mengaitkannya dengan tempat pembakaran atau penyimpanan abu. Bentuknya yang langsing kebalikan dari Borobudur yang melebar.
Ada di tengah kampung dan tidak pernah seramai Borobudur. Tiket masuknya terpisah. Datang setelah Mendut, lalu lanjut berjalan atau bersepeda ke Borobudur.