Jawa Tengah, Indonesia
Kota kecil di Dataran Kedu, diapit Merapi, Merbabu, Sumbing, dan Sindoro, dengan hari jadi yang dirunut sampai prasasti tahun 907. Candi Borobudur ada sekitar 15 km di selatan kota, di wilayah Kabupaten Magelang, bersama Mendut, Pawon, dan bukit-bukit tempat orang menunggu matahari terbit. Borobudur sendiri sudah ada di katalog di bawah Yogyakarta. Kota ini berisi tempat-tempat di sekitarnya.
Bahasa Jawa yang halus masih dipakai sehari-hari
Bahasa
Magelang memakai bahasa Jawa gaya Mataraman, dekat dengan Yogyakarta dan Solo. Orang yang lebih tua masih memakai krama, ragam halus, kepada orang yang baru dikenal. Dua ungkapan paling berguna: matur nuwun untuk terima kasih, dan nyuwun sewu saat lewat di depan orang. Itu sudah cukup.
Candi dan vihara di sini masih dipakai beribadah
Etiket
Mendut, Borobudur, dan Vihara Mendut bukan hanya situs sejarah. Umat Buddha masih beribadah di sana, terutama menjelang Waisak. Berpakaian sopan yang menutup bahu dan lutut saat masuk candi atau vihara, jangan memanjat stupa atau arca, dan jangan memotret dari jarak dekat orang yang sedang bermeditasi. Saat Waisak, ikuti arahan panitia tentang area yang tertutup bagi pengunjung.
Sarapan kupat tahu, makan siang sop senerek
Kuliner
Kupat tahu Magelang kuahnya encer, banyak, dan beraroma bawang putih goreng, biasanya dimakan untuk sarapan. Sop senerek adalah sup bening berisi kacang merah dan daging sapi, versi lokal dari sup kacang Belanda. Untuk oleh-oleh, getuk Magelang yang berlapis warna paling dikenal. Sebagian besar warung di kota ini halal.
Tidak ada stasiun kereta; datang lewat Yogyakarta
Transportasi
Magelang tidak punya bandara maupun stasiun kereta penumpang. Cara paling umum adalah terbang atau naik kereta ke Yogyakarta, lalu naik bus atau mobil sekitar satu sampai satu setengah jam. Borobudur sekitar 15 km dari Kota Magelang. Antara Mendut, Pawon, dan Borobudur jaraknya dekat dan enak dijalani dengan sepeda sewaan.
Musim kemarau untuk sunrise, cek kalender Waisak dan maraton
Waktu Terbaik
Pagi berkabut yang membuat Borobudur terlihat dari Punthuk Setumbu paling sering muncul pada musim kemarau, sekitar Mei sampai September. Saat Waisak, kawasan Mendut sampai Borobudur sangat ramai dan sebagian jalan ditutup. Borobudur Marathon pada pertengahan November juga menutup jalan di sekitar candi. Rencanakan jauh hari.
No tours here yet. Check back soon.
Hari terakhir sebelum pulang
Local insight
Showing 12 of 13
$
Candi Hindu di atas bukit tempat ditemukan Prasasti Canggal, prasasti bertahun tertua Mataram Kuno.
$
Candi Buddha abad ke-9 berisi tiga arca besar, titik awal kirab Waisak ke Borobudur.
$
Lima candi Buddha kecil di Muntilan, dua di antaranya dihiasi patung singa di tiap sudut.
$
Candi ramping di antara Mendut dan Borobudur, diduga tempat abu jenazah Raja Indra.
$
Candi Hindu kecil di lereng bukit Windusari, dikelilingi sawah terasering.
$
Petirtaan kuno di Grabag dengan kolam air hangat dan kolam air dingin berdinding andesit.
$
Rumah doa berbentuk burung merpati bermahkota di bukit dekat Borobudur, populer disebut Gereja Ayam.
Nature$
Gardu pandang di antara Merapi dan Merbabu, lengkap dengan museum vulkanologi kecil.
$
Klenteng Tri Dharma dari 1864 di sisi selatan alun-alun Kota Magelang.
$
Museum sejarah Badan Pemeriksa Keuangan di Magelang, kota tempat lembaga itu pertama kali dibentuk.
$
Ruang di bekas gedung karesidenan tempat Pangeran Diponegoro ditangkap pada 1830.
$
Dusun Butuh di lereng Sumbing, rumah warna-warni bertingkat pada ketinggian sekitar 1.700 meter.